Kamis, 06 Juni 2013

Materi 1                                   F I T O T H E R A P H Y



Pengobatan herba merupakan kaedah di antara kaedah perubatan tertua di dunia serta melibatkan penggunaan oleh sebanyak 80% komunitas dunia. Pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan sebagai ubatan telah dilakukan turun-temurun dari generasi ke generasi.

1.1       Definisi Herbalogi / Fitotheraphy
      Herbalogi membawa pendekatan holistik di mana tidak berfungsinya satu bagian tubuh menyebabkan ketidakseimbangan di bagian yang lain. Jika tubuh tidak upaya melakukan keseimbangan semula maka akan timbul penyakit. Di dalam diri manusia terdapat kekuatan penyembuh yang datang dari pada spiritual, emosi, mental, dan fisikal. Herbalogi melihat pesakit secara unik, tidak ada penyakit yang sama untuk semua orang.
      Prinsip utama herbalogi ialah menggunakan semurni mungkin bahan-bahan daripada herba. Keseragaman kimia menghasilkan aktivitas yang luas di dalam tubuh. Dengan kaedah pengambilan bahan-bahan aktif tertentu saja akan mengakibatkan berlakunya kesan-kesan sampingan dan tidak efektif (disebabkan ketidakseimbangan biokimia).
      Herbalogi tidak menggunakan bahan isolasi (pelarut kimia tertentu) ataupun bahan kimia sintetik atau dadah ubatan (drugs). Keseimbangan dan kepelbagaian bahan kimia dalam tumbuh-tumbuhan (phythochemicals) menghasilkan aktiviti yang luas di dalam tubuh, ini juga mengelakkan berlakunya kesan sampingan. Banyak contoh penelitian apabila bahan aktif yang tertentu saja (ekstrak tunggal) yang digunakan ia menghasilkan bahan yang sangat beracun dan tidak efektif. Bahan kimia kompleks dalam tumbuh-tumbuhan lebih mudah dicerna dan lebih sedikit kesan kesampingannya. Oleh sebab itu apabila terdapat 40 jenis bahan aktif dalam sesuatu herba lebih baik pengambilannya dalam bentuk gabungan (sinergi) alami. Selain itu herba sering disinergikan bagi menguatkan potensi ramuan tersebut. Herba memberikan pengobatan yang lembut dalam membantu penyembuhan.
      Di samping itu obat-obatan herba tidak hanya sekedar menyembuhkan penyakit tetapi juga memelihara kesehatan dan menolong mengembalikan keharmonian tubuh (bersifat preventif). Prinsip pengobatan herba adalah: ”Improve and maintain body immune system againts external pathogen and pressure”. Meningkatkan, memperbaiki dan mengekalkan sistem pertahanan tubuh dari serangan kuman luar (eksternal) serta tekanan lingkungan sekitar.




1.2       Pengertian Herbalis
      Herbalis adalah orang yang mempunyai kepakaran (keahlian) dan terlatih dalam merawat sesuatu penyakit dengan penggunaan herba (tumbuhan obat).
      Paham Herbalisme menyatakan: “Biarkan makanan menjadi obat dan obat menjadi makananmu” artinya pengambilan herba sebagai makanan yang dapat menyempurnakan diet sehari-hari. 
      Di samping memberikan pengobatan herba, seorang herbalis perlu mencari dan memperbaiki berbagai faktor yang mempengaruhi kesehatan pesakit (pasien). Herbalis membantu pesakit mendapatkan makanan yang ber-zat, vitamin, mineral dan unsur-unsur yang lain.
      Memulihkan keseimbangan atau homeostatis adalah tujuan herbalisma dalam menghadapi penyakit. Menurut herbalisma, mengenal penyakit berarti mengenal seluruh pribadi pesakit, reaksinya terhadap penyakit, potensi semua fungsi tubuh untuk mengembalikan kesehatan. Fungsi tubuh ini bergantung kepada ketersediaan makanan, peredaran darah, penyingkiran bahan beracun, kerja system saraf yang baik dan keseimbangan hormon.
      Herbalis perlu berkeyakinan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, “li kulli dain dawaun”.

1.3       Perbedaan Pengobatan Herba Vs Kimia Sintesis
      Secara prinsip pengobatan herba berbeda dengan pengobatan kimia sintesis (modern). Berikut ini tabel perbedaan antara pengobatan herba dengan pengobatan kimia sintesis.

Pengobatan Kimia Sintesis
Pengobatan Herba
Berasal dari Barat
Berasal dari Timur
Menggunakan bahan kimia sintesis/anorganik
Menggunakan bahan alamiah/organik
Diserap 50% - 70% (butirannya kasar)
Diserap 90% (butiran lebih halus)
Bersifat anti biotic (racun/dadah)
Bersifat probiotik
Menurunkan imunitas tubuh
Meningkatkan imunitas tubuh
Mengobati gejala penyakit (Symptomatic treatment)
Bersifat holistik (menyeluruh), mengobati punca (sumber) penyakit
Ada efek samping
Tidak ada efek samping (yang ada hanya DOC). Mengandung vitamin, mineral, dan nutrisi.
Memiliki kesan lebih cepat tetapi desktruktif
Memiliki kesan lambat tetapi konstruktif
Pengobatan Non Muslim
Pengobatan Tibbun Nabawi

1.4       Tujuan Pengambilan Herba
      Kita percaya bahwa penyakit bukan disebabkan oleh kuman, virus, bakteri, atau mikroba lain tetapi penyakit muncul akibat lemahnya sistem imuniti. “Disease cause germ not germs cause disease.”
      Secara garis besar tujuan pengambilan herba ialah untuk membantu penyembuhan kekuatan fitrah (sistem imuniti) dan mengembalikan keseimbangan tubuh, bukan hanya untuk menghilangkan gejala saja (symptomatic treatment). Selain itu pengambilan herba bertujuan untuk mengatasi kekurangan zat makanan, vitamin, mineral, dan unsur-unsur penting yang diperlukan oleh tubuh.
Berikut tujuan pengambilan herba lainnya:
1.      Mencegah munculnya penyakit-penyakit baru
      Apabila kita merawat suatu penyakit, peletakan azasnya ialah agar jangan berlaku penularan penyakit tersebut, baik akut ataupun kronik. Misalnya penyakit kencing manis yang tidak dikawal akan menyebabkan berlakunya gangguan ginjal ataupun penyakit yang sama tetapi semakin kronik.
2.      Merawat penyakit yang telah ada
      Tujuan kedua barulah ditumpukan kepada penyembuhan penyakit yang telah ada. Tindakan yang dilakukan oleh herba dalam hal ini ialah:
a.       Release (mengeluarkan); proses ini ialah mengeluarkan segala toksid (racun) yang menjadi punca penyakit. Proses ini dikenal dengan detoksifikasi (detoks). Biasanya dilakukan pada organ-organ berikut: pencernaan (usus), hati, peredaran darah dan jantung, ginjal.
b.      Relax (mengistirahatkan); peringkat ini tubuh diletakkan dalam keadaan yang stabil di mana keadaan suhu, alkali (basa) dan acid (asam) berada pada tahap yang paling baik, agar dapat membantu berfungsinya sistem imuniti tubuh.
c.       Regeneration (menggantikan dengan yang baru); sel-sel yang mati diganti dengan sel-sel baru dimana proses penuaan (aging) dipertahankan malah berlaku keadaan yang terbalik setelah mengamalkan herba. Kandungan anti oksidan akan bertindak sebagai anti penuaan dalam pencegahan penyakit-penyakit generatif.
d.      Refunction (mengembalikan fungsi); setelah proses di atas berjalan sempurna maka organ-organ akan berfungsi seperti semula dengan baik. Sistem imuniti akan bekerja dengan baik menolak penyakit dari dalam tubuh.

1.4       Pengajaran dan Pengharapan
      Seorang herbalis yang terlatih perlu mempunyai pengalaman yang luas bagi memastikan herba dan penentuan penyakit secara tepat (kaedah diagnosa). Ilmu pengobatan herba bukan hanya sekedar satu perbincangan ilmiah yang bersifat teori dan retorika semata-mata, lantas meninggalkan medan amali (praktek). Gabungan dari pada pelbagai kemahiran inilah yang akan mengangkat seorang herbalis itu diterima oleh masyarakat tanpa keraguan. Sekiranya dunia yang membangun bersama slogan “Back to Nature” tidak ditanggapi oleh herbalis dimana dia tinggal. Nantinya segala hasil bumi yang diwariskan kepada hamba-hamba yang soleh akan diambil orang.



BACK TO NATURE BACK TO ISLAM

DENGAN CARA ALAMI, DENGAN CARA ISLAMI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar