Pengobatan herba merupakan
kaedah di antara kaedah perubatan tertua di dunia serta melibatkan penggunaan
oleh sebanyak 80% komunitas dunia. Pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan sebagai
ubatan telah dilakukan turun-temurun dari generasi ke generasi.
1.1 Definisi Herbalogi /
Fitotheraphy
Herbalogi membawa pendekatan holistik di mana tidak berfungsinya satu bagian tubuh menyebabkan
ketidakseimbangan di bagian yang lain. Jika tubuh tidak upaya melakukan
keseimbangan semula maka akan timbul penyakit. Di dalam diri manusia terdapat kekuatan penyembuh yang datang dari
pada spiritual, emosi, mental, dan fisikal.
Herbalogi melihat pesakit secara unik, tidak ada penyakit yang sama untuk semua
orang.
Prinsip utama herbalogi ialah menggunakan semurni mungkin bahan-bahan daripada herba. Keseragaman kimia menghasilkan aktivitas yang luas di dalam tubuh.
Dengan kaedah pengambilan bahan-bahan aktif tertentu saja akan mengakibatkan
berlakunya kesan-kesan sampingan dan tidak efektif (disebabkan
ketidakseimbangan biokimia).
Herbalogi tidak menggunakan
bahan isolasi (pelarut kimia tertentu) ataupun bahan kimia sintetik atau dadah ubatan
(drugs).
Keseimbangan dan kepelbagaian bahan kimia dalam tumbuh-tumbuhan (phythochemicals) menghasilkan aktiviti
yang luas di dalam tubuh, ini juga mengelakkan berlakunya kesan sampingan. Banyak
contoh penelitian apabila bahan aktif yang tertentu saja (ekstrak tunggal) yang
digunakan ia menghasilkan bahan yang sangat beracun dan tidak efektif. Bahan kimia kompleks dalam tumbuh-tumbuhan
lebih mudah dicerna dan lebih sedikit kesan kesampingannya. Oleh sebab itu
apabila terdapat 40 jenis bahan aktif dalam sesuatu herba lebih baik
pengambilannya dalam bentuk gabungan (sinergi) alami. Selain itu herba sering disinergikan bagi menguatkan potensi ramuan
tersebut. Herba memberikan pengobatan
yang lembut dalam membantu penyembuhan.
Di samping itu obat-obatan herba tidak hanya sekedar
menyembuhkan penyakit tetapi juga memelihara kesehatan dan menolong
mengembalikan keharmonian tubuh (bersifat preventif). Prinsip pengobatan herba
adalah: ”Improve and maintain body immune
system againts external pathogen and pressure”. Meningkatkan, memperbaiki
dan mengekalkan sistem pertahanan tubuh dari serangan kuman luar (eksternal)
serta tekanan lingkungan sekitar.
1.2 Pengertian Herbalis
Herbalis adalah orang yang mempunyai kepakaran (keahlian) dan
terlatih dalam merawat sesuatu penyakit dengan penggunaan herba (tumbuhan
obat).
Paham Herbalisme menyatakan: “Biarkan makanan menjadi obat dan obat menjadi makananmu” artinya
pengambilan herba sebagai makanan yang dapat menyempurnakan diet
sehari-hari.
Di samping memberikan
pengobatan herba, seorang herbalis perlu mencari dan memperbaiki berbagai
faktor yang mempengaruhi kesehatan pesakit (pasien). Herbalis membantu pesakit
mendapatkan makanan yang ber-zat, vitamin, mineral dan unsur-unsur yang lain.
Memulihkan keseimbangan atau
homeostatis adalah tujuan herbalisma dalam menghadapi penyakit. Menurut herbalisma, mengenal
penyakit berarti mengenal seluruh
pribadi pesakit, reaksinya terhadap penyakit, potensi semua fungsi tubuh
untuk mengembalikan kesehatan. Fungsi tubuh ini bergantung kepada ketersediaan makanan, peredaran darah,
penyingkiran bahan beracun, kerja system saraf yang baik dan keseimbangan
hormon.
Herbalis perlu berkeyakinan bahwa setiap penyakit pasti ada
obatnya seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, “li kulli dain dawaun”.
1.3 Perbedaan Pengobatan
Herba Vs Kimia Sintesis
Secara prinsip pengobatan herba berbeda dengan pengobatan kimia
sintesis (modern). Berikut ini tabel perbedaan antara pengobatan herba dengan
pengobatan kimia sintesis.
Pengobatan Kimia Sintesis
|
Pengobatan Herba
|
Berasal dari Barat
|
Berasal dari Timur
|
Menggunakan
bahan kimia sintesis/anorganik
|
Menggunakan bahan alamiah/organik
|
Diserap 50% - 70% (butirannya kasar)
|
Diserap 90% (butiran lebih halus)
|
Bersifat anti biotic (racun/dadah)
|
Bersifat probiotik
|
Menurunkan imunitas tubuh
|
Meningkatkan imunitas tubuh
|
Mengobati gejala penyakit (Symptomatic treatment)
|
Bersifat holistik (menyeluruh), mengobati punca (sumber)
penyakit
|
Tidak ada efek samping (yang ada hanya DOC).
Mengandung vitamin, mineral, dan nutrisi.
|
|
Memiliki kesan lebih cepat tetapi desktruktif
|
Memiliki kesan lambat tetapi konstruktif
|
Pengobatan Non Muslim
|
Pengobatan Tibbun Nabawi
|
1.4 Tujuan Pengambilan Herba
Kita percaya bahwa penyakit bukan disebabkan oleh kuman, virus,
bakteri, atau mikroba lain tetapi penyakit muncul akibat lemahnya sistem
imuniti. “Disease cause germ not germs
cause disease.”
Secara
garis besar tujuan pengambilan herba ialah untuk
membantu penyembuhan kekuatan fitrah (sistem imuniti) dan mengembalikan keseimbangan tubuh, bukan
hanya untuk menghilangkan gejala saja (symptomatic
treatment). Selain itu pengambilan herba bertujuan untuk mengatasi kekurangan zat makanan, vitamin, mineral, dan
unsur-unsur penting yang diperlukan oleh tubuh.
Berikut tujuan pengambilan
herba lainnya:
1.
Mencegah munculnya
penyakit-penyakit baru
Apabila kita merawat suatu penyakit, peletakan azasnya ialah
agar jangan berlaku penularan penyakit tersebut, baik akut ataupun kronik.
Misalnya penyakit kencing manis yang tidak dikawal akan menyebabkan berlakunya
gangguan ginjal ataupun penyakit yang sama tetapi semakin kronik.
2.
Merawat penyakit yang telah
ada
Tujuan kedua barulah
ditumpukan kepada penyembuhan penyakit yang telah ada. Tindakan yang dilakukan
oleh herba dalam hal ini ialah:
a. Release (mengeluarkan); proses ini ialah mengeluarkan segala toksid (racun)
yang menjadi punca penyakit. Proses ini dikenal dengan detoksifikasi (detoks).
Biasanya dilakukan pada organ-organ berikut: pencernaan (usus), hati, peredaran
darah dan jantung, ginjal.
b. Relax (mengistirahatkan); peringkat ini tubuh diletakkan dalam keadaan yang
stabil di mana keadaan suhu, alkali (basa) dan acid (asam) berada pada tahap
yang paling baik, agar dapat membantu berfungsinya sistem imuniti tubuh.
c. Regeneration (menggantikan dengan yang baru); sel-sel yang mati diganti
dengan sel-sel baru dimana proses penuaan (aging)
dipertahankan malah berlaku keadaan yang terbalik setelah mengamalkan herba.
Kandungan anti oksidan akan bertindak sebagai anti penuaan dalam pencegahan
penyakit-penyakit generatif.
d. Refunction (mengembalikan fungsi); setelah proses di atas berjalan sempurna maka
organ-organ akan berfungsi seperti semula dengan baik. Sistem imuniti akan
bekerja dengan baik menolak penyakit dari dalam tubuh.
1.4 Pengajaran dan
Pengharapan
Seorang herbalis yang terlatih perlu mempunyai pengalaman yang
luas bagi memastikan herba dan penentuan penyakit secara tepat (kaedah
diagnosa). Ilmu pengobatan herba bukan hanya sekedar satu perbincangan ilmiah
yang bersifat teori dan retorika semata-mata, lantas meninggalkan medan amali (praktek). Gabungan dari pada pelbagai kemahiran
inilah yang akan mengangkat seorang herbalis itu diterima oleh masyarakat tanpa
keraguan. Sekiranya dunia yang membangun bersama slogan “Back to Nature” tidak ditanggapi oleh
herbalis dimana dia tinggal. Nantinya segala hasil bumi yang diwariskan kepada
hamba-hamba yang soleh akan diambil orang.
BACK TO NATURE
BACK TO ISLAM
DENGAN CARA
ALAMI, DENGAN CARA ISLAMI